Our Last Kiss

2270 Words

Usai shalat maghrib di sebuah masjid, Nayla, Yara, dan Edwin berkumpul di halaman masjid. Mereka hendak pulang ke rumah. Tadi mereka makan di sebuah resto yang terletak tidak jauh dari masjid itu. "Kalian mau ke mana lagi?" tanya Edwin. "Pulang, Ed. Antar Nayla dulu, terus aku pulang ke rumah," jawab Yara. Nayla memang sejak tadi hanya diam. "Begini saja, kita ke rumahmu aja langsung. Nanti Nayla pulang sama aku." Edwin mengusulkan, sontak membuat Nayla menatap tajam ke arahnya. Yara tidak dapat menahan tawanya. Ia membekap mulutnya rapat-rapat agar tawa itu tidak meledak. Jelas sekali kelihatan Edwin selalu mencari-cari kesempatan untuk berdua dengan Nayla. "Udah malam, nggak baik wanita hamil pulang sendiri," lanjut Edwin lagi. 'Halah, alasan!' batin Yara bergejolak. Dengan berbag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD