Fakta

1496 Words

"Nayla?! Kamu benar-benar sedekat itu sama Edwin? Seberapa dekat sebenarnya kalian selama ini?" selidik Bagas dengan tatapan tajam ke arah Nayla, sementara Ningsih di sebelahnya sudah menutup wajah dengan kedua telapak tangan. Sangat sedih mengetahui kenyataan putri kesayangannya dipegang-pegang oleh pria asing. "Maafin Nayla, Bi," lirih Nayla, wajahnya semakin menunduk dalam-dalam. "Saya akan tanggung jawab, Om," kata Edwin, menyela pembicaraan Bagas dan Nayla di seberang meja. "Edwin!" tegur Keisya. "Jaga ucapan kamu." "Saya serius, saya siap nikahin Nayla. Kami sama-sama saling mencintai. Om sama Tante nggak usah ragu sama saya, percayakan sama saya, saya akan bahagiakan Nayla." Edwin melanjutkan penuh percaya diri, tidak mempedulikan ibunya yang melotot ke arahnya di sebelah. "Uhu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD