KARENA kemarin sore Nayla dan ibunya pergi ke rumah Winda sampai menjelang maghrib, acara jalan-jalan diganti hari ini. Mereka pergi ke air terjun di desa tetangga sejak lepas subuh. Muti dan Nayla berboncengan naik motor, menerobos dinginnya udara pagi. MutigggyMuti menghentikan motor di area parkir, lalu mereka turun bersama, berjalan beriringan menuju bebatuan berukuran raksasa yang teronggok di sisi air terjun. Nayla merentangkan tangan lebar-lebar, menerima percikan air terjun yang menimpa wajah dan kulitnya yang terbuka. Sangat segar. "Woaaahhh, masya Allah." Nayla melebarkan senyum." Sekian lama nggak pernah liat air terjun, akhirnya bisa liat lagi." Muti tersenyum senang mengamati gerak-gerik Nayla yang tampak sangat merindukan suasana alam itu. "Nggak mau mandi?" tanya Muti.

