Nayla berakhir di tenda guru bersama Pak Damar dan Bu Kirana. Para siswa lain melanjutkan aktivitas malam camping dengan acara api unggun, dipandu oleh Osis. Meski Edwin, Yoga, Rasya, dan ketiga teman dekat Nayla sangat penasaran dan merengek-rengek minta ikut masuk bersama Nayla, Pak Damar tidak mengizinkan satu pun dari mereka ikut masuk. Pertemuan itu tertutup, agar tidak ada isu-isu tidak menyenangkan menyebar di antara para peserta camping. “Sekarang kamu cerita kronologi kejadiannya sampai kamu bisa diculik. Siapa mereka?” tanya Pak Damar. “Saya nggak kenal mereka, Pak. Saya keluar dari toilet tadi sore, suasana sepi sekali, nggak ada orang. Tiba-tiba sekumpulan orang muncul dan saya dibawa ke hutan.” Nayla mengutuk dalam hati membuat skenario kebohongan. Tapi ia juga tidak bisa ju

