63

1064 Words

Pagi itu Brian menemui Martin di kantor Martin. Ia nampak tergesa-gesa dengan membawa serta tas ransel yang cukup berat. Brian mengetuk pintu saat sampai di depan kantor Martin. Ia membuka pintunya kemudian dan berjalan menghampiri Martin yang sedang menulis laporan yang akan ia serahkan pada Pak Sanusi. “Selamat Pagi Pak,” ujar Brian dengan sopan. “Ya, selamat pagi,” sapa Martin sambil melihat ke arah Brian dengan tas bawaannya. “Apa kau akan pergi?” tanya Martin sambil menunjuk ke arah tas Brian. “Apa Anda tidak khawatir dengan keadaan Restu Pak?” tanya Brian sambil berjalan memasuki kantor Martin. Setelah Brian memberitahu apa yang terjadi pada Restu waktu itu dan munculnya Kobra, Martin masih belum menanyakan dengan detail kondisi Restu padanya. Hal itu membuat Brian merasa aneh. “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD