51

1076 Words

Pink sesekali menghela nafas panjang dalam langkahnya yang santai. Bintang mengikutinya di belakang. Ia sibuk melihat-lihat rumah yang berdiri megah disana. Tentu saja ia mengenali rumah-rumah tetangganya itu karena terkadang ia pergi bertemu kesana. “Sudah lama aku nggak jalan-jalan disekitar sini,” ujar Bintang yang membuat Pink menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Bintang. ”Aku pikir kamu tidak punya waktu untuk bersosialisasi karena kesibukanmu,” ujar Pink sedikit terkejut. ”Hei, aku kan manusia biasa, mana mungkin aku tidak bersosialisasi dengan lingkungan disekitar ku,” jawab Bintang sedikit berat. “Rata-rata aku mengenal mereka semua, apalagi yang sebaya dengan ku.” Mereka melanjutkan langkahnya. “Benarkah?” Tanya Pink yang masih tidak percaya. ”Kamu lihat rumah putih b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD