61

1364 Words

Martin menyaksikan Markus yang sedang memegang dadanya. Nafas Markus tersengal-sengal. Martin memegang badan Markus yang melemah. Ia sangat panik. Beberapa kali Martin menggoyang badan Markus yang terkulai lemah, berharap Markus baik-baik saja. Namun tatapan Markus sudah tak berdaya, raganya terlalu lemah. “Markus, Markus,” ucapnya memanggil nama Markus yang kini tersenyum tipis. Ia lalu mendongakkan kepalanya memandang Kobra yang tersenyum puas. Pandangannya penuh rasa takut akan kehilangan Markus sekaligus pandangan penuh amarah pada Kobra. Kali ini Kobra membidiknya lagi dan melepaskan pelatuk senjata apinya. Martin tak gentar sedikitpun. Ia tak berusaha berdiri ataupun menghindar karena Markus yang lemah tengah berada di pangkuannya. Peluru tak keluar dari senjata api itu. Kobra men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD