Sesampainya dirumah Edward langsung bersih-bersih dan mandi kemudian merebahkan dirinya kekasur. "Hari ini begitu melelahkan dan sampai-sampai kena pukul oleh sahabat sendiri" gumam Edward sambil memegang luka di sudut bibirnya. "Tak apa yang penting Anes senang dan mudah untuk memaafkan gue" gumam Edward lagi lalu tertidur sampai pagi hari. Alarm berbunyi Edward pun langsung bangun dan siap-siap untuk menjemput anes, karena sudah menjadi prioritas dirinya setiap pagi saat berangkat kesekolah. "Pagi pa, ma" ucap Edward saat menghampiri orang tuanya. "Kok adek gak disapa sih bang" ucap lidia adek Edward yang baru berusia 10 tahun dengan cemberut. "Oke, selamat pagi adek ku" sapa Edward tersenyum sambil memcubit pipi Lidia dengan gemas. "Ih sakit tau" Lidia mengusap pipinya. "Pagi ju

