Melarang

1116 Words

Sebelum Anes mencapai pintu Javin sudah terlebih dahulu berdiri dan mencekal tangan Anes. "Jangan pergi" ucap Javin lirih. "Kamu gak salah dan gak tau apa-apa, tetap lah disini bersama abang" lanjut Javin. "Iya lu disini aja, papa dan mama juga udah nerima lu sebagai anaknya, masa iya kami nggak" ucap Anan dari belakang. "Buat apa kita nolak lu, lagian lu udah seperti saudara kembar beneran gue sendiri. Gue sakit lu juga ikutan sakit, karena tubuh yang lu tempati itu adalah tubuh kembaran gue. Jadi tanpa sadar kita berdua telah terikat sebagai saudara" lanjut Anan sambil menghapus air matanya. "Kamu gak salah kok, abang malahan berterima kasih banget sama kamu. Sudah mau menjadi saudara abang dan menuruti permintaan terakhir dari adek abang. Abang juga berterima kasih karena kamu tel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD