Semenjak Sarah terluka oleh Bisma untuk ke tiga kalinya, Lucky sudah tidak bisa mentolerir perlakuan jahat Bisma ke Sarah. Sarah dalam keadaan bahaya bila terus di Jakarta, Maka Lucky berencana membawa Sarah ke Surabaya tempat di mana orang tua Lucky berada.
Sekarang Lucky dan Sarah berada di rumah mereka.
"Sayang Kita pindah ke Surabaya minggu depan, Disini kamu tidak aman" Ucap Lucky menyentuh Pipi sarah.
"Tapi Ibu..? Tanya Sarah sedih.
"Ibu ikut tapi setelah surat kepindahannya selesai" Jawab Lucky.
"Baiklah.."Sarah mengangguk.
Lucky seharian di rumah bersama Sarah, Lucky tau sarah sangat ketakutan dengan rentetan serangan Bisma.
*****
Lucky berpikir keras agar Bisma tertangkap polisi dengan mudah.
Dia mengatur siasat dengan bekerja sama dengan Polisi dan wartawan Sebuah Berita untuk menayangkan kejahatan yang dilakukan Bisma kepada Sarah. Agar ada efek jera unuk Ayahnya Bisma yang selalu melindungi Anaknya.
Lucky paham betul seorang Pengusaha seperti Ayahnya Bisma sangat menjaga reputasi agar Bisnis nya berjalan lancar.
Sarah menjadi pancingan agar Bisma mau keluar dari persembunyianya. Walaupun membahayakan Sarah tapi hanya ini jalan satu-satu nya.
Selama beberapa hari Sarah berjalan keluar sendiri tanpa ditemani orang lain, Hal ini memancing Bisma agar mau mendekati Sarah. Benar saja Setelah 3 hari Sarah keluar rumah untuk pergi berbelanja, makan dan Kadang pergi kekampus untuk mengurus kepindahannya Bisma mulai menguntit Sarah.
Lucky membayar 2 orang untuk menjaga Sarah dari Jauh, Bisma ternyata diam-diam mendekati Sarah. Sepertinya Bisma sudah mengalami gangguan Psikologi dengan terlalu terobsesinya Dirinya kepada Sarah.
Sarah sebenarnya sangat takut Bisma menyakitinya Lagi, Tapi demi Bisma mendapat hukuman Atas perbuatannya maka Sarah harus berani menghadapi Bisma.
Sore Sarah keluar rumah untuk membeli makanan, Dia menggunakan Taksi ke Restauran terdekat, Ternyata Bisma mengikuti Sarah dan menunggu sarah di Sebrang jalan Restoran. Bisma sudah menyiapkan Obat bius untuk menculik Sarah, Lucky sudah di hubungi oleh Pengawal Sarah agar segera datang ke Restoran Karena Bisma terlihat mengikuti Sarah.
"Hari ini Kau tidak akan Lepas Sayang.." Ucap Bisma tersenyum penuh kelicikan.
Sarah Masih di restoran karena makanan yang di pesan belum selesai di buat.
Akhirnya setelah 20 menit Sarah keluar dari Restoran dengan membawa kantung plastik Makanan. Bisma keluar dari mobil menggunakam Kaca mata hitam dan bermasker tak lupa topi hitam menempel di kepalanya.
"Hai Sayang..Aku sangat merindukanmu" Bisma tanpa takut menghampiri Sarah.
"Bisma..Kamu memang gila, Masih berani menampakan wajahmu setelah apa yang kamu perbuat kepadaku" Sarah terlihat marah terlihat dar Raut wajahnya yang menegang.
"Aku tidak akan menyakitimu kalau kamu tidak menolak cintaku" Jawab Bisma santai.
"Aku tidak mencintaimu, Aku membencimu.."Teriak sarah.
Bisma langsung berlari dan menutup mulut Sarah dengan Sapu tangan dibubuhi obat bius. sepersekian detik Sarah tak sadarkan diri. Kondisi jalan yang lengang membuat Bisma dengan mudah membopong tubuh sarah dan membawanya ke dalam mobil.
Bisma Tak Menyadari ada kamera yang mengawasinya.
Mobil melaju dengan cepat dan di ikuti Pengawal Sarah. Polisi dan Lucky sudah mulai mengikuti Bisma.
Ternyata Sarah di bawa ke sebuah Gudang di tengah lahan terbengkalai.
Sarah di tidurkan di Kasur lusuh yang sengaja di sediakan Bisma.
Bisma sangat senang melihat Sarah dihadapannya, Dia mencium bibir merah Sarah yang sedikit terbuka.
Bisma menghisap Rakus Bibir Sarah, Tak Puas dengan Bibir Bisma mulai membuka Kaos Oblong Sarah dan membiarkan d**a Sarah hanya tertutup Bra Biru. Dia mulai menyesap d**a yang menyembul sehingga muncul Kissmark.
"Prakkk.."
Terdengar suara benda terjatuh dan Bisma menghentikan aksi mesumnya pada Sarah.
Bisma memeriksa sekeliling Gudang ternyata tidak ada tanda-tanda manusia dan ada benda yang jatuh.
"Jangan bergerak" Sebuah teriakan terdengar dari Arah pintu masuk.
Ternyata 5 Orang Polisi dengan senjata Api mengarah kepada Bisma dan di antara Polisi tersebut ada Lucky.
"Kau sudah Gila Bisma, Serahkan Sarah padaku atau kau akan menerima hukuman berat" Ucap Lucky kesal.
"Hahaha....Lucky..Lucky..Kamu memang tak tahu diri, Kamu yang merebut Sarah dariku dan sekarang Sarah akan menjadi miliku seutuhnya" Ucap Bisma Santai.
Tanpa rasa takut Bisma berjalan ke arah dalam gudang untuk menemui Sarah, Polisi terus mengikuti Bisma untuk memastikan Bisma tidak melukai siapapun. Ternyata Sarah tidak ada di kasurnya, Bisma tampak Marah dan Panik Sarah berhasil lolos.
"Sarah..Dimana Kau..Jangan pernah Berpikir kamu lolos dariku" Teriak Bisma marah.
Bisma berlari ke Ranjang dan mengambil pistol di bawah ranjang.
"Dor.." Suara Pistol Polisi meletus keudara sebagai peringatan.
"Saudara Bisma letakan Pistol anda Atau kami akan bertindak" Ujar Polisi.
Sarah ternyata bersembunyi di balik Kardus bekas di belakang Bisma, Sarah berusaha menutup mulutnya agar tangisan ketakutannya tidak terdengar Bisma.
Tapi ternyata Bisma mendengar suara dan menoleh ke arah sarah.
"Hai..Sayang..Kenapa kamu bersembunyi, Aku tidak akan menyakitimu" Ucap Bisma pada Sarah sambil mendekatinya.
"To..long..Lepaskan Aku Bisma, Kumohon" Sarah terisak memohon kepada Bisma.
"Hai..Aku Kekasihmu mana mungkin aku melepasmu. Aku rela mati demimu" Ucap Bisma sambil memegang tangan Sarah.
Sarah sangat takut dan tidak berhenti menangis. Lucky sangat Frustasi dengan keadaan ini, Dia menyesal membahayakan Nyawa istrinya.
Tanpa berpikir lagi Sarah berdiri dan berlari saat melihat Lucky.
Dorrr..
Bisma menembak punggung Sarah.
Dorr..Dorr..
Polisi menembak Kaki Bisma sehingga Dia tumbang seketika. Begitupula dengan Sarah yang langsung ambruk dengan darah dipunggung berceceran.
Lucky berlari menolong Sarah dan terlihat Bisma yang menggeram karena kesakitan. Dengan sigap Lucky mengangkat tubuh Sarah yang penuh darah menuju Mobil.
"Sayang bertahanlah..Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi apa-apa dengan dirimu"Ucap Lucky panik.
Lucky yang Panik melajukan mobilnya cepat membawa Sarah kerumah sakit. Sarah yang tak sadarkan diri terlihat pucat.
Tak lama mereka sampai di rumah sakit, Lucky berteriak di ruang UGD.
"Dokter tolong istri saya" Lucky dengan kemeja penuh darah dan Panik menidurkan Sarah di Ranjang dengan beberapa perawat membantu.
"Mohon Bapak menunggu diluar" Ucap perawat wanita sambil menutup Pintu ruang UGD
Lucky tidak bisa lagi menopang tubuhnya, seketika Tubuhnya Ambruk di lantai dan menangis sesegukan.
Trauma berat kehilangan Istri pertama membuat dia tidak sanggup kehilangan Sarah.
"Ya..Tuhan..Tolong Selamatkan Istriku" Ucap Lucky Sambil menangism
TBC..