days 37

1269 Words

Pangeran Tampan 7 tahun kemudian… Suara musik berdentum keras di sekeliling. Lampu yang menyerupai bola besar berputar, memancarkan cahaya warna-warni, makin menambah suasana hingar-bingar di Club itu. Axton mengambil kursi di sisi Fernandez. Ia memandang Bartender di depannya dengan datar, dan sang Bartender langsung memberikan minuman biasa yang dikonsumsi Axton. Bahkan Axton tidak perlu membayar karena ini adalah Club miliknya. “Jadi kau sudah bertemu dengannya?” Fernandez melirik Axton di tengah menenggak minumannya. “Aku masih belum yakin.” Fernandez mendengkus dan meletakkan gelas sloki ke meja yang langsung diisi oleh bartender dengan yang baru. “Lalu untuk apa kau menyuruhku kemari.” “Sengaja agar kau tidak terus berduaan dengan istrimu.” Fernandez terkekeh kesal. “Keparat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD