days 49

2456 Words

Emma kembali menenggak minumannya, hingar bingar Club menjadi tempat menumpahkan kekesalannya pada Douglas. Dia merasa kecewa dan juga merasa bodoh. Dasar pria bodoh, bajingan arogan mata keranjang. Makinya terus menerus. Emma mencoba berbaur dengan orang-orang di lantai dansa, menari bersama beberapa pria. “Sweetheart, kau disini?” sapa seseorang menepuk bahunya ketika Emma sedang asik menari dengan seorang pria. Emma membalikan tubuhnya dan menjerit senang. “Dorian..! Ya Tuhan, kau tampan sekali” kata Emma terkekeh memeluk tubuh Dorian. “kau kemana saja?” Dorian mengendus Emma dan mengernyitkan hidungnya. “Kau mabuk sweetheart, biar ku antar pulang.” “Aku tidak mabuk Dorian, aku tidak mau pulang! Aku masih mau disini!” rengek Emma kembali duduk dan memesan minuman lagi. “Kau harus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD