CHAPTER 31

2139 Words

Setelah mempersenjatai diri, Aaron dan Tifa berpencar. Mereka merasa lebih percaya diri bertarung sendirian. Tak perlu saling melindungi, tak juga akan saling menghalangi. Lebih dari semua itu, mereka hanya merasa yakin kalau rekannya baik-baik saja sendirian. Aaron masuk dari samping, membobol jendela dengan lihainya ketika seluruh perhatian tertuju pada serangan agresif Tifa di pintu depan. Dia bahkan tak perlu mengintip untuk tahu apa yang terjadi, suara ledakan yang disusul oleh suara tembakan telah memberi tahu situasi di depan sana.  Astaga, Tifa memang penggila pertarungan. Memberi izin sama saja melepaskan hewan buas dari jeruji, tapi ya sudahlah. Setidaknya itu membuatnya lebih bisa bergerak bebas mencari keberadaan Manaka di rumah itu. Aaron telah berhasil masuk, ia mulai me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD