CHAPTER 41

2248 Words

Manaka sudah berhenti berteriak, akhirnya paham juga kalau Aaron tidak akan mendengarkannya. Dia mulai memikirkan hal lain untuk kabur dari sini. Matanya bergerak meneliti ke sekeliling kamar. Kemudian ia memeriksa kamar mandi dan beranda mencari celah untuk meloloskan diri. Karena kamar mandi tidak berjendela, maka satu-satunya tempat terbuka hanyalah jendela di beranda. Tempat itu terbuka dengan lebar, tapi masalahnya itu tingkat tiga tanpa ada pohon atau bangunan lain yang bisa dijadikan tempat berpijak. Halaman di bawah jendela memang merupakan tanah lapang, tapi Manaka terlalu ngeri untuk melompat turun. Ini markas pelatihan Aaron, si iblis berkedok domba jinak itu mustahil punya rumah yang normal. Manaka terlalu curiga, bisa saja ada banyak perangkap atau malah peledak yang tertan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD