Mendatangi Rumah Mertua

1829 Words

Bagian 17 "Saat sandiwara ini berakhir, Mama akan pastikan bahwa mereka sudah benar-benar kehabisan uang dan tidak memiliki apa-apa lagi." *** Aku dan mama menyempatkan sarapan di warung bubur ayam yang ada di depan klinik setelah tadi mendaftar ke resepsionis terlebih dahulu. Resepsionis bilang Dokter Aidil sedang memeriksa pasien lain jadi kami harus menunggu. Tadi di rumah enggak jadi sarapan karena selera makanku sudah hilang setelah ada perseteruan antara Mama, Mas Farid dan juga Rini. Saat sedang asyik menikmati bubur ayam, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku. Sontak aku terkejut dan langsung menoleh. Ternyata Dian yang menepuk pundakku. "Adel, apa kabar? Lama ya kita enggak ketemu." Dian menyapaku dengan ramah sambil menarik kursi yang berada di hadapanku dan Mama, ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD