Bagian 15 jika kalian mengira bahwa telah berhasil bersandiwara di depanku dan mama, kalian salah besar. Justru sekarang kalianlah yang telah terjebak ke dalam perangkap kami. *** "Sabar ya, Nak! Jangan pernah lagi kamu mengeluarkan air mata untuk menangisi si penghianatan itu," lirihnya. Mama mengelus kepalaku, kemudian mendekapku ke dalam pelukannya. "Insyaallah … Adel kuat, Ma." Aku mendekap Mama dengan erat, menumpahkan semua kesedihanku di bahunya. Mama melepas pelukannya. "Tunggu disini ya, Del. Mama tidak akan membiarkan mereka bahagia di atas penderitaanmu. Tetaplah disini, jangan melakukan apapun tanpa perintah Mama." "Baik, Ma!" Mama bangkit, berjalan menuju kamar Rini dan langsung membuka pintu dengan kasar. Aku yakin, pasti Mas Farid dan gundiknya itu sekarang lagi keta

