Alina pov Aku tak tau harus apa sekarang, yang pasti aku saat ini bingung dan takut. Iya takut, takut dengan niat Arnaf yang ingin menikahiku. Bukannya apa, selama ini aku selalu mengabaikan Arnaf dan tak menganggap keberadaannya, bahkan aku selalu emosi jika berdekatan dengan dia. Hanya karena dia yang pernah mendekatiku dengan cara yang membuatku, seprti tidak ada harga dirinya. Sekarang apa yang harus aku lakukan? Tolong siapa pun bantu aku, menerimanya atau menolaknya. Aku bingung. Drtt drtt Suara ponselku terdengar, pertanda ada panggilan yang masuk. Segera aku mengambil ponsel dan melihat siapa gerangan yang menelfon ku malam-malam seperti ini. Ternyata Kanaya, tapi kenapa gadis itu menelfonku? "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." ucapku ketika telfonnya tersambung.

