*** Menjemput Biru untuk pertama kalinya setelah pertengkaran itu sedikit membuat Una gugup. Mereka sudah beberapa hari tidak bertemu. Ada perasaan was-was yang Una tahu betul dari mana asalnya. Ia pasti sedikit kikuk nanti. Terlebih karena sekarang tidak ada lagi Opi yang menengahi. Namun, Una tidak ingin berputus asa. Ia sudah sampai di sekolahan Biru setelah tadi sempat memohon pada Bagus agar diizinkan keluar sebentar dari kafe. Aruna menunggu di tempat biasa Opi menunggu majikan kecilnya itu. Dan, benar saja, tak lama kemudian Biru muncul sembari berjalan sendirian. Benar-benar hanya sendirian. Hal itu membuat Una menarik sudut bibirnya. Biru belum juga memiliki teman rupanya. Kelak Una berjanji akan mencarikan Biru teman yang banyak ketika hubungan mereka sudah semakin sekat. Una

