Chapter 15 Galih : Dua Hati

1794 Words

“Galih, Kamu apakan Joana?” tanya suara seorang wanita yang sangat kukenal. Aku berusaha menahan makian. Aku lupa hari ini aku menyuruh Sherly datang ke sini. Aku ingin menyampaikan sesuatu padanya. Aku mendongak dari makananku lalu menatap Sherly. “Aku mengeluarkan dia. Memang ada apa? Keberatan?” kataku menatap Sherly dengan nada biasa. Mata Sherly menatap makan siang yang di bawakan Diandra untukku yang sudah habis. “Loh, kamu sudah makan siang? Enggak jadi kita makan siang di luar?” tanya Sherly lagi. Bisa kulihat, bibir Diandra cemberut. Pasti ada yang tidak dia suka. “Kenapa kamu ke sini?” tanyaku pada Sherly. Mata Sherly melotot sebal dan menatapku jengkel. “Kamu bagaimana, sih! Aku itu—” “Maaf Galih, toiletmu di mana?” dengan cemberut Diandra memotong ucapan Sherly. Kutatap k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD