Chapter 82

1011 Words

Aileen mendengar ketukan pintu. Juga mendengar suara Damian memanggilnya. Namun, dia tidak memiliki niat untuk bangkit. Aileen membalikkan badan dan memunggungi pintu. Badannya masih ia rebahkan di atas ranjang. Masih ingin bermalas-malasan dan membiarkan Damian berdiri di luar.   Sesaat kemudian, Aileen masih mendengar Damian mengetuk pintu. Merasakan kalau aksi Damian membuat kebisingan. Aileen membuka selimut, lalu bangkit dari ranjang. Bukan untuk membuka pintu, melainkan berjalan ke kamar mandi. Dia terlalu malas untuk bangun, meski tahu sudah pagi. Meski tahu sinar matahari menyentuh wajahnya. Meski tahu kicauan burung memintanya untuk bangun.   Setelah berada di kamar mandi, dia tidak lagi mendengar ketukan pintu. Tak lagi mendengar suara Damian. Aileen menyiapkan air dalam bak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD