Chapter 96

1090 Words

Keduanya menjadi pusat perhatian ketika sampai di rumah sakit dengan payung bermotif kupu-kupu. Bastian segera menutup payung dan menyeka jasnya yang basah; menggunakan tangan. Sementara Damian sudah berjalan menuju lift. “Hei, tunggu aku!” Bastian bergegas mengejar Damian, yang tak mau mendengar. Damian memutar bola mata malas. Kalau saja hujan tak lebat, Damian tak akan mau berbagi payung dengan Bastian. Hujan semakin lebat kala itu, petir menyambar setiap menit. Mereka berdua masuk ke dalam lift. Bastian sibuk membersihkan air yang tertinggal di jasnya, sedangkan Damian yang juga basah, tak peduli, dan memasukkan tangan ke saku celana. Pria itu tak peduli dengan aksi Bastian, dan lebih memilih untuk mengunci mulutnya. Saat pintu lift terbuka, Damian segera keluar diikuti oleh Bastia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD