20a

817 Words

Pagi ini Zavier menemukan Zia sudah duduk di meja makan, menikmati sarapannya. Syukurlah, Zia tidak lagi mengurung diri di kamar. Dengan hati-hati, Zavier melangkah mendekat. Takut gadis itu tidak menyelesaikan sarapannya dan segera kabur dari sana karena kemunculan Zavier. Tapi tampaknya kekhawatiran Zavier tidak diperlukan, karena saat menyadari kehadirannya, Zia hanya melirik Zavier sekilas lalu kembali melanjutkan makannya. Tampak sama sekali tak berniat untuk kabur, meskipun bahasa tubuh gadis itu menyiratkan bahwa ia sedikit tidak nyaman dengan kehadiran Zavier di sana. “Pagi,” sapa Zavier seraya duduk di kursinya. Kembali mencoba peruntungan. Zia tak membalas. Tentu saja. Tapi Zavier sudah merasa sangat bersyukur hanya itu reaksi yang diberikan Zia. Setidaknya gadis itu tidak mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD