Kebingungan Starla

2005 Words

Udara siang yang cukup terik memancar ke seluruh penjuru kampus. Sudah waktunya aktivitas kelas selesai. Kini Anya membawa Starla untuk ikut menjelajahi stand perayaan hari jadi kampus. "La, ke sana yuk!" Anya menunjuk tenda putih yang dikerubungi banyak orang. "Nya, nggak deh. Kita ke stand seni lukis aja, ya?" Starla menolak dengan halus. Anya geleng-geleng kepala. "Ngapain ke sana? Nggak ngenyangin perut. Ini udah waktunya jam makan siang. Lo nggak laper apa emangnya?" Anya ngomel-ngomel. "Lapernya ditunda dulu—" "Nggak mau tahu, pokoknya ayo ikut!" Anya menarik Starla dengan paksa. Alhasil mereka berada di tempat yang ditunjuk Starla. Mengantri panjang dan berdesakan. "Cari yang lain yang sepi napa, Nya. Udah tahu lagi panas banget Lo malah ngajak yang banyak manusianya, berdes

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD