Pukul enam pagi hari Starla membantu ayahnya untuk jalan-jalan di sekitar kompleks. Saling diam tanpa obrolan, ditemani Reyhan yang jam segini sudah ikutan bangun. Menghirup udara segar di pagi buta begini ternyata mampu membuat beban terasa terangkat. Lebih fresh. Mendorong kursi roda ayahnya berkeliling sampai taman depan, duduk sebentar di sana. Setelah pukul setengah tujuh kurang mereka kembali ke rumah. "Wah, kalian sudah kembali. Duduk dulu di meja makan ya. Kita sarapan, tunggu Tante selesainya racik makanannya," kata Tante Marissa menyambut tiga orang yang menghampirinya ke dapur. Starla membiarkan ayahnya duduk di depan meja makan. "Ayah tunggu sini ya sama Reyhan. Starla mau bantuin Tante Marissa dulu." Sudah ada kemajuan untuk mengobrol dengan ayahnya yang akan tetap sama, m

