Bima pernah merasa takut dan marah di waktu yang sama ketika dia sadar bahwa Mami nya meninggal bukan karena sakit yang dideritanya. Tapi beban batin dan mental yang harus ditanggungnya. Meski saat itu Bima masih kecil, namun dia sudah bisa mengenali mana yang memang memiliki kasih dan cinta dan mana yang memberikan duka serta neraka. Lelaki itu tahu rasanya menjadi orang lain di lingkungan yang katanya adalah keluarga. Ketika untuk makan di meja yang sama saja dirinya dan Mami tidak bisa. Bima dan Mami nya harus tetap berdiri di tempat gelap, ketika sorot lampu mengarah pada keluarga mereka. Mami nya pernah berkata bahwa pertemuannya dengan Papi dan Mami nya Bella adalah sebuah takdir. Sudah sejak semula jalan ceritanya memang seperti itu. Dan kata Mami, yang namanya takdir ya tidak bi

