Entah apa yang membuat Flo seakan enggan memikirkan kemungkinan dirinya menerima pinangan seseorang. Sebenarnya bukan semata karena Flo tidak ingin menikah. Siapa juga yang tidak ingin. Namun impian atau harapan itu seakan mengabur semenjak Papi nya tiada. Mimpi ditemani dan digandeng hingga ke altar dan dititipkan pada seseorang yang akan jadi suaminya di masa depan membuat Flo mendadak tidak ingin bermimpi lagi untuk menikah. Terlalu menyakitkan. Sejujurnya saat ini bahkan Flo tidak tertarik lagi pada mimpinya itu. Namun semenjak bertemu Bima, anehnya, mimpi itu seakan kembali mengusik dirinya. Mengusik ketenangan dan kedamaiannya. Pandangannya pada sebuah hubungan serius yang ditandai dengan komitmen antara dua belah pihak membuatnya tergelitik. Ini aneh. Sebab Flo baru merasa begi

