Kamu jangan pulang dulu ya Grisel, tunggu aku di depan ruangan ku di bawah. Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu. " Ucap Pak Edward dengan tegas tapi dengan suara yang pelan. Saat aku meninggalkan kelas. Waduh mati aku, kenapa dia masih ingat aku. Grisel mengangguk saja dia tidak tahu apa yang ingin dosennya bicarakan dengan dirinya. Dulu bisa seenaknya dia cuek dan main kabur sekarang dia tidak bisa lagi. Benar tidak bisa berkutik dia kali ini. Pantasan saja rasa-rasa ia tidak asing dengan Pak Edward tadi. Ternyata pertemuan pertama mereka di hotel terkutuk itu. Batin Grisel. Padahal dia sudah tidak ingin mengingatnya lagi, kenapa Tuhan memunculkan kembali titik masa kelam itu lagi. Apakah Tuhan ingin ia tak ingin sekadar melupakan, tetapi benar-benar mendamaikan diri dengan kepingan

