"Vin maaf ya, kamu pasti menunggu ku lama ? " Grisel duduk di bangku taman bersama Kevin. Kevin tiba-tiba diam dan tanpa membalas ucapan Grisel barusan. "Vin, terima kasih ya atas bantuan mu Vin. Aku sekarang benar-benar lega setelah melakukan konsultasi dengan Bu Linda." Kevin menatap ke arah Grisel, senyum yang manis tadi kini telah berubah. Ada yang retak di sana, sesuatu yang tadinya bersinar kini meredup di balik sorot matanya. Sudut bibirnya yang tadinya terangkat ceria, kini tertarik ke bawah, membentuk garis lurus yang pahit. Cahaya di matanya, yang sebelumnya berkilauan karena ia bahagia melihat Grisel keluar dengan wajah yang bahagia, kini digantikan oleh bayangan yang pekat, seolah-olah awan gelap baru saja melintas di atas jiwanya. Dia menekan udara hingga terasa sesak. "V

