Part 10

1004 Words

Evelina POV ======== Jam 21.30, aku sudah bersiap membaringkan diri di kasur, tapi seseorang mengetuk pintu rumahku. Biasanya kalau ketukannya terdengar lirih, pasti Adam. Tetanggaku mana ada yang berani mengetuk malam-malam begini. Aku pun segera menghampirinya. Saat kubuka pintu, Adam sedang berdiri di ambang pintu dengan wajah was-was. Aku setengah khawatir kalau dia berbuat aneh. Tapi kurasa dia ketakutan akan sesuatu. Kalau dia membunuh tidak mungkin menunjukkan reaksi seperti ini. "Kamu habis darimana?" Tanyaku berkacak pinggang. Dia menjawab dengan pelan, "Aku tadi di rumahnya Fabian.." "Apa yang sudah kamu lakukan?" Tanyaku menyeretnya masuk ke rumah, lalu kututup pintu. "Tidak.. kamu salah paham, aku tidak membunuh siapapun, jangan melihatku seperti aku kriminal begitu.."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD