Heartbeat—27

1254 Words

"Fan, tolong tahan Angga dan Melda selama mungkin," titah Radit dibalas anggukan dari Fani cepat. Sheryl di depannya cuma bisa menatap kukunya yang dicat merah dengan santai, cewek itu menatap Radit dengan sorot terheran. "Mau kemana sih lo?" tanya Sheryl penasaran. Nggak penting buat menjawab kemana perginya sekarang, yang penting sore ini semua proposal sudah kelar, review, dan laporan sudah kelar— sungguh ia berterimakasih pada Thea yang otaknya jenius. Selain ia paham terhadap apa yang ditugaskan Radit, itu cewek beneran bisa diandalkan dan sudah pasti menjadi salah satu kandidat orang berpengaruh di kantor. "Mau kemana sih, Dit?" Fani bertanya dengan alis bertaut. Tak pernah melihat Radit sepanik ini. Atau mungkin Fani saja yang belum pernah tahu Radit pernah panik lebih dari ini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD