Dia yang Kesepian

3033 Words

Yanan duduk memeluk lutut di belakang gedung sekolahnya, anak kecil berseragam putih-merah itu nampak sedih dengan kelopak mata menyayu sendu. Tangannya memain-mainkan rumput di samping kakinya dengan menghela napas berulang kali. Sesekali ia mendongak, menatap dinding di depannya yang menjadi sekat antara dirinya dan juga jalan raya. "Kak Elang, apa kabar ya?" Gumamnya entah bertanya pada siapa. Sudah beberapa hari ini dia tidak melihat pemuda itu yang menghilang sejak insiden serangan brutal vampire terakhir kali. Yanan sebenarnya memang merasa ragu untuk meninggalkan Elang saat pemuda itu mendesak mereka untuk segera pergi mengungsi tanpanya. Yanan ragu karena takut Elang tidak akan kembali berkumpul berasama dia dan kakak-kakaknya yang lain. Dan akhirnya apa yang Yanan takutkan be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD