Ashylla merapatkan bibir mendengar penuturan ayahnya barusan. Gadis itu masih tidak habis pikir dengan apa yang ayahkan mandatkan. Padahal baru beberapa jam yang lalu ayahnya menggebu-gebu ingin menolong rakyatnya yang bisa saja masih terjebak di sana. Tapi, sekarang ayahnya malah berubah pikiran. Seakan sedang dikendalikan. Nugroho yang hendak duduk di kursi kerjanya jadi melirik saat merasa ada bayangan yang mendekat. Lelaki yang umurnya hampir setengah abad itu menghela samar saat melihat Ashylla berdiri di sana. Datang menghampirinya ke istana negara. "Kenapa kamu di sini? Bukannya masih banyak yang harus kamu lakukan di lab?" Tanyanya dengan nada biasa, setengah merunduk dan sibuk merapikan berkas-berkas di atas meja kerjanya. "Apa yang ayah lakukan?" Nugroho terdiam sesaat, menya

