Mereka yang Berjuang

2003 Words

Delva tengah merapikan kamarnya sore itu, kamar seadanya yang beralaskan karpet tipis seadanya. Setelah itu ia beranjak berdiri dengan melangkah keluar kamar sembari duduk di teras rumah yang bisa ia ayun-ayunkan kakinya di sana. Rumah kayu gantung, dengan atap seadanya. Delva mengerutkan kening melihat sang kakak berdiri di depan sebuah danau di ujung desa tempat mereka tinggal. Ia pun melangkah turun, memakai sendal jepitnya dan menghampiri Delvin yang masih berdiri melamun. "Kenapa sendirian di sini?" Delva sudah mengambil tempat di samping Delvin yang nampak tersentak kaget karena tegurannya. "Tidak ada apa-apa, hanya saja ... " Delvin tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Entah kenapa jadi terdiam sendiri beberapa saat. "Kenapa, ada sesuatu yang menganggu pikiranmu?" Tanya Delva sedi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD