Kedua mata Kirana berkaca-kaca memandangi Galang yang tersenyum licik penuh kemenangan atas dirinya. Ia tidak menyangka Galang akan setega itu padanya. Ia tidak tahan lagi menahan amarahnya. Air mata mengalir di pipinya. Galang pun tampak terkejut mendapati Kirana yang menangis. “Kamu pergi. Kenapa kamu pergi?” Kedua mata Galang semakin terbelalak setelah mendengar ucapan Kirana. Cengkeraman tangannya pada pergelangan Kirana pun mulai mengendur. “Kenapa waktu itu kamu pergi? Kamu udah ninggalin aku. Untuk apa lagi sekarang kamu bilang kamu gak akan lepasin aku?” “Kamu milik aku, Kirana. Kamu udah janji tentang itu.” “Kamu ninggalin aku tanpa pesan di waktu aku benar-benar butuh kamu. Kamu gak pernah sayang sama aku. Kamu sayang sama diri kamu sendiri. Kamu mau semua keinginan kamu bis

