Di hadapannya Kirana berlari riang gembira di hamparan perkebunan teh yang luas. Udara terasa sejuk. Kirana menolehkan pandangan padanya dan tersenyum. Senyuman Kirana adalah penyemangat hidupnya. Bahkan selama ini, ia rela melakukan apa pun agar gadis itu dapat tersenyum. Namun, tiba-tiba saja seorang pria terlihat menangkap Kirana dan membawa gadis itu dalam pelukannya yang membuat ia merasa marah. Gadisnya telah direbut darinya yang membuatnya terjaga dari komanya. Aldo menggerakkan jemarinya dan tak berapa lama kemudian kedua kelopak matanya terbuka. Sepi. Itulah yang ia rasakan saat ia seolah kembali ke dunia fana ini. Entah apa yang terjadi padanya. Ia tidak mengerti mengapa di tubuhnya banyak terpasang alat-alat medis yang membuatnya sedikit tidak nyaman. Ingin berbicara pun sulit

