Bab 18

555 Words

Happy Reading ... Hatinya serasa sakit mendengar penuturan wonjin tadi siang,apalagi sosok siapa sebenarnya Sena masih terbayang jelas di ingatan Jihan. Ia masih menerka-nerka siapa perempuan lain yang selama ini mendiami hati jungmo selain dirinya. Wajar jika jihan cemburu,dia bisa dibilang udah bucin banget sama jungmo.Cuman rada-rada gengsi doang buat nunjukinnya. "Kenapa diem aja daritadi?" Tanya Mama yang sekarang bantuin Jihan buat siap-siap. "Nggak ada ma." Jawab Jihan Bohong. Acara makan malam kecil yang menjadi tanda berkumpulnya keluarga.Papa mau datang malam ini,dan mama ngusulin kita berempat makan bareng. "Jungmo mana?" "Lagi dikamar kayanya." Jawab Jihan. "Panggil gih." Jihan mengangguk kemudian bangkit dan berjalan menuju kamar. Tok...Tok...Tok... "Kak Jungmo." P

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD