dengan berat hati, aku pun mengambil ponsel pintarku dan membuka aplikasi chat berwarna hijau itu.
ku ketik namanya di pencarian. sambil menangis ku ketikan permintaan maaf untuk sesuatu hal yang tidak kulakukan.
apabila aku tak di ancam olsh suami ku sendiri, mana mau aku merendahkan diri di depan wanita ini, wanita yang sudah tak ada nilainya dimata ku karena berani memfitnah ku kepada suami ku sendiri, yang dengan bodohya suami ku lebih percaya kepada dia di bandingkan aku..
rasa kecewa serta sakit hati yang tertusuk datang menghampiri ku bertubi tubi. Dan yang ironisnya masalah ini bahkan anak buah ku yang lain tau akan masalah ini.
salah satu dari mereka sebut saja nama dia melati, ya dia kaki tangan ku alias orang kepercayaan ku selama mengelola usaha kami yang tidak lah bisa di bilang besar ataupun kecil itu.
yang membuat aku tambah merasakan perihnya tersakiti adalah ketika melati mengirimkan capturan pesan wa dia dan suami ku yang menanyakan kronologi kejadian kemarin..
melati yang tau kejadian nya justru membela ku, dan mentidak benarkan tuduhan si sekar kepada ku. tapi naas suami ku tetap percaya kalo apa yang di bilang sekar kepadanya itu kenyataan. dan menuduing kalo omongan ku yang kebiasaan kasar yang menjadi penyebannya.
sontak aku tertawa sambil mengangis. sehina itu kah aku sebagai seorang istri dan manusia di mata suami ku sendiri?
setidak taukan dia akan bagaimana watak ku selama 7 tahun bersama dengannya?
mulai hari itu rasa cinta yang selama ini ada di hatiku pun berkurang dan rasa jijik ku kepada orang yang bernama sekar pun tertanam..
hal - hal lain pun mulai terkuak sedikit demi sedikit..
bagaimana selama ini suami ku keliatan memanjakan sekar, menganak emaskanya diantra anak buah kami yang lain, membelanya secara tak wajar, dan yang lebih parah sekar berani memanggil suami ku yang merupakan atasannya itu dengan "embul!" tanpa malu malu dan di dengar oleh yang lainya..
dan pada saat dia di nasehati oleh sesama karyawan dia bilang dia tidak terima dengan perlakuan ku karena aku bukanlah orang yang memberi mereka gaji atau pun upah. itu semua suami serta kedua mertua ku yang memberikan. aku bukanlah siapa siapa dimata dia. alangkah terkejutnya aku pada saat ku membaca capturan chat mereka berdua yang ditunjukan melati pada ku..
sejak saat itu kehidupan ku merenggang dengan suami ku sendiri.. hal yang dikira orang orang baik baik saja
lanatas lah tidak demikian..
semua itu ku tahan 1 tahun lamanya
hingga suatu ketika
hal yang membuat ku tambah sakit hati hingga sekarang terjadi..
lanjut di episode 3