"Sayaaang, buka mata kamu ya, ada kabar bahagia yang harusnya kamu denger." "Dia udah cukup lelah seharian ini. Jaga dia, gue cabut dulu beresin urusan di rumah." Terdengar suara derap langkah yang semakin menjauh, diikuti debum pintu yang tertutup kembali. Tak terdengar apapun selain helaan napas seseorang yang nampak dekat. Hangat di wajahnya, lalu sesuatu yang lembut menempel di dahinya berulang kali. Lalu, kembali ke punggung tangannya yang dingin. Tari merasakan sensasi ditarik, terasa mengejutkan, dan membuatnya pusing seketika. Namun perlahan kelopaknya yang terasa berat semakin ringan dibuka, pandangannya masih mengabur namun cukup membuatnya bisa melihat dinding putih di sekitarnya. Tari menggerakkan jemarinya perlahan, melihat kepala Arya tertunduk di dekatnya, gadis itu mena

