TAO – 44

1646 Words

Herman begitu antusias menatap bahan-bahan yang baru saja ia beli dari pasar. Beberapa bahan yang akan ia gunakan untuk menghilangkan ilmu lamanya dan akan di masukkan ilmu baru oleh Kori. “Kak, dari mana saja?” tanya Santi ketika Herman baru saja menginjakkan kaki di rumah mak Yus. “Dari pasar,” jawab Herman, enteng. “Apa itu yang kakak bawa?” Santi memerhatikan kantong plastik yang berada dalam genggaman tangan kiri Herman. “Ini ... ini pesanannya pak Kori.” “Pak Kori? Memangnya ngapain kamu menemui pak Kori, Kak?” “Ah, bukan’kah kemarin kamu yang minta agar kakak minta ramuan penglaris untuk warung kita. Jadi ini bahan-bahannya.” Herman tersenyum. “Kakak minta penglaris pada pak Kori? Memangnya tidak ada dukun yang lain? Kenapa harus sama pak Kori, Kak?” Herman memegang lengan k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD