Para Sahabat

1220 Words

Samuel POV  Aku langsung masuk ke kamar kami untuk melihat Amelia, yang masih tidur saat aku tinggalkan tadi buat nganterin papaku salat Ied ke mesjid. Mudah-mudahan dia udah bangun, biar kejutan kecil yang aku siapkan untuknya , bisa langsung dia nikmati. Sambil tetap dengan senyum di wajah, aku melangkah masuk. Tempat tidur besar kami yang menghadap jendela udah kosong. Nggak ada Amelia di sana. Dia udah bangun, gumamku dalam hati. Pasti lagi di kamar mandi. Aku duduk di tepi ranjang, menunggu dia keluar. Tapi menit demi menit berlalu tapi Amelia nggak juga muncul dari balik pintu itu. Udah lima menit lebih pintu itu masih tertutup. Hatiku mulai nggak tenang. Aku berdiri, jalan ke arah pintu kamar mandi, dan mulai mengetuk. “Mel, sayang… are you okay? Kamu beol ya?” tanyaku sambil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD