“Sir.” Gavin mendongak dari komputer dan melihat Rafa sudah berdiri di depan meja kerjanya. “Tentang pekerjaan yang saya katakan tadi malam—” “Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk menundanya?” Gavin menatap Rafa dengan dingin. Sedikit bergidik, Rafa menundukkan kepalanya tidak berani menatap kemarahan bosnya. “Tapi mereka sudah terdesak. Mereka sangat membutuhkan Anda, Tuan.” Keheningan selanjutnya membuat Rafa semakin bergidik. Tatapan tenang bosnya membuat dia benar-benar takut. Detik demi detik berlalu namun bosnya masih mempertahankan diamnya semakin menambah aura dingin yang mencekam di ruangan tersebut. “.... Aku menyuruhmu apa, Rafa?” Suara yang sangat tenang Gavin membuat Rafa menjawab dengan suara tercekat, “S-Saya akan memikirkan cara lainnya, Tuan.” Gavin terdiam sejenak

