CLG | CHAPTER 111

2253 Words

Gavin berjalan memasuki sebuah ruangan gelap dan lembab yang memiliki aroma darah menyengat. Dan Rafa sudah menyiapkan sebuah kursi di tengah-tengah ruangan tersebut untuk Gavin duduki. “Akhirnya kita bertemu di sini. Kau pasti sangat menderita karena harus bersembunyi,” Gavin melepaskan sarung tangan kulitnya. Kemudian ia melirik tajam pria yang dipaksa bersujud di bawah kakinya. “Reno.” Reno, yang wajahnya bersimbah darah menyeringai. “Aku sudah menanti-nantikan bertemu denganmu.” Gavin hanya diam menatapnya. “Jika tahu mereka bukan orang suruhan Tiffany, aku tidak akan kabur ke sini. Ah sial...” gerutu Reno. Ia mendongak menatap Gavin kemudian berkata, “Istrimu sudah tahu semuanya.” “.... Oh, benarkah?” Reno tertawa. “Aku mengatakan kepadanya bahwa dia hanya pion kecil agar kau bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD