Bab 17Asep mengutarakan Cinta "Alma, pamit ya Bu, Pak." ucap Alma sembari mengecup punggung tangan kedua orang tuanya "Iya, hati-hati. Jangan lupa sering kabari kami. Nak, Asep. Titip Alma ya." Kembali Ibu bicara. Motor akhirnya melaju membawa sepasang manusia itu menjauh, menelusuri jalanan rusak tanpa penerangan. Pertama kali dibonceng oleh Asep, Alma merasa gugup. Seolah canggung. Begitu juga yang dirasakan Asep. Motor akhirnya berhenti di tempat tujuan yaitu Tempat pengeteman angkot ke kota. "Alma, kapan pulang lagi?" tanya Asep sambil menundukkan pandangannya. "Gak tau A. Alma kan bukan kerja kantoran yang ada hari liburnya. Sedikasihnya majikan saja." "Oh ... ini! Aa mau Alma bawa tasbih ini. Biar Alma rajin mengingat Tuhan, sekaligus mengingat Aa yang setia menunggu Alma di

