"Hallo Bos, saya sudah mengetahui kabar Non Chaca!" ucap seseorang misterius. "Di mana?" jawab orang di ujung telepon. "Saya mengetahui dia bekerja di Hotel Majesty, hotel terbesar di kota ini." "Cepat temukan dia dan seret bawa pulang ke rumah!" bentak orang di seberang telepon yang kemudian memutuskan sambungannya. **** Pagi harinya, aku merasa kesemutan pada pahaku. Mataku mengerjap, ternyata sudah pagi. Entah semalam sampai jam berapa kami menonton sambil bercanda ria. Aku hampir lupa kalau Chaca tidur di pangkuanku. Kakiku sudah hampir kuangkat. Aku menyangga kepalanya agar tidak terbentur. Lalu kembali lagi pada posisi semula. "Cha, bangun! udah pagi," ucapku menepuk pipinya pelan. "Ayo mandi nanti kuantar pulang," imbuhku lagi. Chaca membuka matanya perlahan. Ia masih malas

