Cerita dimulai dari pukul 07:09,
Di SMA Negeri 2, lebih tepatnya di kelas 10A.
Pelajaran sudah dimulai, pak guru mulai mengabsen murid satu-satu sesuai absen, sudah sekitar 11 orang yang ia absen, sampai pak guru mengabsen salah satu siswi.
"Zeva Laskar Anastasya?"
Pak guru menyebut nama nya dengan lantang.
"Had–"
Belum sempat ia menjawab, tiba-tiba.. pintu kelas di dobrak dengan keras, seorang siswi berdiri di depan pintu.
Kerudung miring, sebelah tali sepatunya belum diikat, baju berantakan, wajah berkeringat, seperti habis Lari Maraton.
"Maaf pak, telat!, tadi dikejar anjing tetangga!"
tangannya bersandar pada pintu, ia beristirahat sejenak setelah lelah berlari dari rumah ke sekolah.
"Halah, alasan kamu!"
Pak guru mengkerutkan keningnya, ia tampak kesal saat melihat siswi itu terlambat di hari pertamanya.
"Kamu Aisyah Putri Handayani, kan?, murid baru itu?"
Pak guru menunjuknya menggunakan pulpen.
"Iya pak, saya murid baru!"
Ia merapikan pakaiannya sembari mengelap keringatnya menggunakan punggung tangannya, wajahnya masih terlihat panik, nafasnya tersengal.
"Yaudah, kamu duduk di sana, di sebelah Zeva, kosong tuh."
Pak guru menunjuk kursi kosong di sebelah Zeva
Setelah itu, Aisyah segera berjalan menuju kursi kosong di sebelah Zeva, sebelum ia duduk, ia melirik ke kalung salib yang dikenakan zeva, lalu mengalihkan pandangannya.
Zeva yang melihat Aisyah bersifat acuh padanya, ia langsung berpikir
"Wah, gabakal akur nih."
Melihat Aisyah yang bersikap seperti itu padanya, ia mencoba mengenalkan dirinya pada Aisyah.
"Hai, lu Aisyah ya?, kenalin, gua Zeva, salam toleransi."
Zeva mengulurkan tangannya, ia tersenyum tipis, berusaha mengakrabkan diri pada teman kelas barunya.
"Oh, hai juga!, salam toleransi ya!"
Tak disangka, ternyata Aisyah adalah orang yang ramah, ia bahkan menerima Zeva sebagai temannya, ia menjabat tangan Zeva dengan lembut.
"Apa gua salah liat tadi ya?"
Batin Zeva.
"Sudah sudah, mari kita mulai pelajarannya, untuk murid baru ini, kalian bisa tanyakan sendiri namanya nanti."
Pak guru menghentikan keramaian di dalam kelas, ia memukul papan tulis beberapa kali.
Saat pelajaran, Zeva dan Aisyah saling melirik sesekali, melihat penampilan satu sama lain
Zeva dengan rambut hitamnya yang pendek, mata berwarna coklat, kulit yang cerah, dan wajahnya yang cantik sekaligus tampan, ia juga memakai kalung salib, menunjukkan bahwa ia beragama Kristen.
Lalu Aisyah, dengan matanya yang berwarna coklat, kulit yang sedikit gelap, dan wajahnya yang imut.
Mereka masih belum menyadari, bahwa pertemuan ini, akan mengubah hidup mereka.
----
Dan itulah, Pertemuan pertama mereka, apakah mereka akan semakin dekat dan saling menyayangi, atau bahkan semakin menjauh dan saling membenci?
Kita akan tau, seiring berjalannya waktu.