Matahari tergelincir ke arah barat, ditingkahi azan zuhur yang dikumandangkan Mbah Suto. Suara seraknya menggema melalui pengeras suara yang tak kalah tua dengan sang muazin. Haji Bakir baru saja akan melangkah menuju mushola ketika sebuah sepeda motor plat merah parkir di halaman rumahnya. “Oh, Pak Kades!” Haji Bakir terkejut melihat siapa yang datang. “Assalamu alaikum!” Pak Kades mengucap salam. “Waalaikum salam!” Haji Bakir menjawab. “Silakan masuk, Pak Kades!” Pak Kades meletakkan tas di atas meja. Ia duduk bersebelahan dengan Haji Bakir. “Ada keperluan apa, Pak?” Haji Bakir bertanya. “Saya sudah membaca undangan dari Pak Haji.” Pak Kades tampak gugup. Meski secara struktural pada pemerintahan desa, ia seorang atasan, tetapi ia menghormati Haji Bakir sebagai tokoh masyar

