Bab 36

1697 Words

Bunyi pintu yang dibuka membuat Airi menoleh ke arah pintu. Jantungnya kembali memompa di atas normal, selalu seperti ini kalau dia melihat pria itu. Tadi Airi sudah lega saja saat tidak melihat Aiden di ruangan ini. Tak tahu kalau ternyata pria itu hanya keluar sebentar karena ada yang dibelinya. Tampak beberapa kantong plastik berlogo entah itu supermarket atau restoran di tangan Aiden. Aiden menghampirinya, mengangsurkan sebuah kantong plastik yang tak segera disambutnya. "A-apa ini?" Airi merutuki cara bicaranya. Dia selalu saja tergagap kalau sedang gugup. "Makan malam." Singkat, padat dan jelas. Airi sedikit kesal dengan bicara Aiden yang sangat sedikit itu. Ingin dia cemberut, tapi segera diurungkannya. Airi menggeleng tak kentara. Menggenggam kantong plastik erat ketika Aiden m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD