Bab 45. END

2741 Words

"Su-surat cerai?" Dimas mengangguk. "Maksud Mas apa?" tanya Airi takut, tubuhnya bergetar. "Aku nggak ngerti, Mas." Dimas tersenyum sedih. Kecewa terlalu nampak di mata hitamnya. Dimas mendudukkan bokongnya di sofa sebelum menjawab. "Kamu pasti ngerti, Ai." Dimas menghela napas. "Kamu cuma perlu tanda tangan aja. Udah." Airi menggeleng. "Nggak.. nggak, Mas. Aku nggak mau! Mas pasti bercanda kan?" Dimas juga menggeleng. "Mas serius, Ai." Wajahnya tampak murung. "Mas nggak mau jadi penghalang kebahagiaan kamu." "Mas..." "Mas udah tau semuanya!" potong Dimas. Suaranya tercekat. "Mas liat kamu memeluk dia..." Airi makin menggeleng. Makin lama makin kuat. Benar dugaan Aiden, suaminya sudah salah paham. "Kamu nggak pernah memeluk Mas seperti itu." Dimas mengembuskan napas melalui mulu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD