Bab 42

1769 Words

Aiden memencet pangkal hidung. Pekerjaannya akhir-akhir ini rasanya makin banyak saja, bahkan seolah tak ada habisnya. Jujur dia lelah. Tapi dia harus melakukannya agar tidak memikirkan perempuan itu lagi. Hanya dengan menyibukkan diri dengan pekerjaan dia dapat melupakan Airi dan ciuman mereka di rumah sakit waktu itu. Meskipun dia harus mengorbankan waktu kebersamaan dengan sang putra, biarlah dulu. Nanti kalau semua sudah kembali 'normal' pelan-pelan dia akan menjelaskannya pada Jay. Aiden yakin putranya itu pasti mengerti. Aiden menyenderkan punggung pada senderan kursi kebesarannya. Matanya tertuju pada kalender meja di meja kerjanya. Aiden mendesah, sudah lebih dari empat minggu dia tidak menemui putranya. Jay pasti kecewa padanya, atau mungkin marah. Bahkan menghubunginya pun Aiden

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD