Maraton

1009 Words

"Mas, tolong bukain pintu mobilnya!" Rafael meminta petugas valet untuk membukakan pintu sedan mewahnya. "Turunin aku, Rafa!" Alana berontak tapi percuma saja, Rafael sudah menghempaskan tubuhnya ke jok. "Ssst, diam!" bentaknya berusaha menakut-nakuti Alana. Tangan lelaki itu mengulur, menarik, dan memasangkan seat-belt untuknya, dengan wajah masam. "Kita pulang sekarang!" sungutnya, kemudian masuk melalui pintu di sisi lain. Gadis itu tersenyum di dalam hati, meski lelaki itu marah-marah, entah kenapa hal itu justru membuat hati Alana merasa hangat. Beberapa detik kemudian kendaraan mewah itupun meninggalkan pelataran hotel Bycalla. Dia memacunya dengan kecepatan penuh, anehnya kali ini dia tak lewat rute yang biasanya. "K—kita mau kemana?" tanya Alana terbata-bata. "Kamu suka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD